PROPOSAL PENELITIAN
A.Latar Belakang Masalah
Keluarga merupakan wadah yang pertama dan sebagai fundamen
perkembangan dan pertumbuhan anak. Kebiasaan dan cara hidup dibawah pimpinan
orang tua memberikan dasar terhadap pembentukan kepribadian anak. Maka
tanggunmg jawab dan kewajiban orang tua dalam pembinaan keluarga di bidang
pendidikan sangatlah penting adanya.
Pemahaman orang tua akan kewajiban dan tanggung jawab terhadap
pendidikan anak-anaknya itu tidak serta merta muncul begitu saja, meskipun ada
unsur-unsur alamiah tetapi membutuhkan kesadaran dan kemampuan untuk memahami
dan menatap kehidupan masa depan yang lebih baik bagi generasinya.
Kesadaran orang tua akan pendidikan anak-anaknya sangat
ditentukan bagaimana cara berpikir dan bersikap dari orang tua itu sendiri yang
secara tidak langsung dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor
tersebut adalah faktor pendidikan atau pengalaman belajar dari orang tua. Faktor ini sangatlah dominan,
yang kemudian berimplikasi pada sikap dan prilaku orang tua terhadap pendidikan
anak-anaknya . Termasuk cara dan sikap orang tua dalam memperhatikan dan
memberikan bimbingan belajar kepada anaknya serta kewajiban lain yang
berhubungan dengan tugas-tugas yang erat kaitannya dengan tanggung jawab atas
pendidikan anaknya.
B. Alasan Pemilihan Judul
Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga (
orang tua ), pemerintah ( sekolah ), dan masyarakat. Ketiga komponen tersebut
memegang peranan yang sangat besar dalam usaha mencerdaskan anak bangsa. Namun
pendidikan yang paling dasar berawal dari pengaruh lingkungan keluarga. Dalam
keluarga orang tuanyalah yang memegang peran utama dalam menentukan pendidikan
putra-putrinya. Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan
tentang nilai-nilai kehidupan baik agama maupun sosial budaya yang diberikan
merupakan hal yang aik dan kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi
dan anggota masyarakat.1 )
Hal ini sangat sesuai dengan pandangan Islam bahwa seorang anak
dilahirkan dalam keadaan fitrah ( suci dan berpotensi ) dan orang tualah yang
memiliki tanggung jawab untuk mendidiknya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW
:
كل مو لو د يو لد على الفطر ة , فا بو اه يهود ا نه او
ينصرا نه او يمجسا نه ا ( رواه البخري
)
Artinya: ” Setiap anak
dilahirkan dalam keadaan suci, Bapak Ibunyalah yang menjadikannya Yahudi,
Nasrani, atau Majusi.”
Hadis di atas menjelaskan tentang tanggung jawab orang tua
untuk mendidik anak-anaknya, karena anak merupakan amanat dari Allah yang dititipkan
kepada orang tua yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya 2 )
inilah yang menyebabkan
seorang anak dituntut tidak hanya mendapat pendi-
dikan di sekolah saja, namun
juga memerlukan bimbingan dan perhatian belajar dari kedua orang tuanya ketika
berada di luar sekolah. Orang tua memiliki kewajiban untuk membimbing
putra-putrinya memecahkan kesulitan belajar seperti membantu mengerjakan
Pekerjaan Rumah ( PR ) dan lain-lain. Apabila perhatian orang tua semakin
rendah, maka semakin rendah pula prestasi yang dapat dicapai oleh anak di
sekolahnya.3 ) Orang tua perlu
memiliki pengetahuan yang cukup sebagai modal dasar untuk membantu
1. Syamsu Yusuf LN, Psikologi
Pendidikan Anak dan Remaja, Bandung: PT,Remaja Rosdakarya,hal. 37.
2
Haya binti Mubarok Al Barik, Ensiklopedi
Wanita Muslimah, Jakarta: PN Darul
Falah, 1419H, h. 246.
3.Ronald, Peran Orang Tua Dalam
Meningkatkan Kualitas Hidup Mendidik dan Mengembangkan Moral Anak,
Bandung: Yrama Widya, 2006, h. 100.
Memecahkan masalah belajar
anaknya. Salah satu penyebab kegagalan pendidikan anak adalah minimnya
pengetahuan orang tua atau pendidik tentang karakteristik kejiwaan anak.4
) Pada dasarnya orang tua yang memiliki pendidikan rendah akan mengalami
kesulitan dalam memberikan perhatian dan bimbingan belajar kepada
putra-putrinya. Hal inilah yang mendorong keinginan penulis untuk mengetahui
secara langsung tentang ” Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap
Perhatian Belajar Peserta didik kelas VII di MTs. Asy-Sya’iriyah Kecamatan
Limpung Kabupaten Batang Tahun pelajaran 2010/2011.”
C. Telaah Pustaka
Sebagai bahan perbandingan penulis akan paparkan mengenai
beberapa hasil penelitian yang sudah di laksanakan. Memang sudah ada beberapa
penelitian yang mengangkat tentang pengaruh ganjaran dan hukuman terhadap
motivasi belajar siswa, namun dengan kekhasannya masing-masing baik iti fokus
penelitian, variabel-variabel maupun subyek besar pembahasanya yang berbeda
beda.
Untuk lebih jelasnya mengenai kajian terhadap
hasil-hasil penelitian tersebut, penulis paparkan secara singkat di bawah ini :
1. Nafiatul Ilmiah, dalam skripsinya yang
berjudul “Persepsi Siswa Tentang Penerapan Metode Ganjaran dan Hukuman dan
Pengaruhnya Terhadap Motivasi Belajar Siswa di MI Plumbon Kecamatan Limpung
Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2004/2005”,dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:
a. Persepsi siswa tentang penerapan
metode ganjaran dan hukuman di MI Plumbon Kescamatan Limpung Kabupaten Batang
tergolong kategori cukup, dengan hasil nilai rata-rata 50,8 berada pada
interval 50-53.
b. Motivasi belajar siswa di MI
Plumbon Kecamatan Limpung Kabupaten Batang tergolong kategori cukup, dengan
hasil nilai rata -
rata 46.2,yang berada pada interval
46-49.
4. Muhammad Albani, Selamat,
Anak Anda Luar Biasa, Solo: Pustaka Iltizam, 2007, h. 107
c. Berdasar hasil analisis statistik dengan
rumus regresi satu prediktor yang di peroleh Freg hitung sebesar 3.475 yang
dikonsultasikan dengan Freg tabel pada signifikan 1% diperoleh tabel 7,4
sedangkan pada taraf signifikan 5% di peroleh tabel 4,05, maka dapat di
simpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan “ ada pengaruh positif dan penerapan
metodde ganjaran dan hukuman terhadap motivasi belajar siswa ditolak “.5
2. Muarifin, dalam skripsinya “ Pengaruh
Kompetensi Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VI Di SD Negeri Sempu
Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2008/2009”dengan kesimpulan
sebagai berikut :
a. Kompetensi guru kelas VI di
SD Negeri Sempu Kecamatan Limpung
Kabupaten Batang mencapai taraf tinggi
pada prosentase 63,64 %,
sedangkan pada taraf sedang 36,36 % hal ini
di buktikan melalui
jawaban koesioner dari 33 siswa.
b. Motivasi belajar siswa kelas VI di SD Negeri
Sempu mencapai taraf tinggi pada prosentase 54,55 % sedangkan 45,45 % pada
taraf sedang dan 0% pada taraf rendah.
c. Sesuai dengan uji statistik koefisien produk
moment di peroleh hasil observasi sebesar 0,417, setelah dikonsultasikan dengan
tebel pedoman interpretasi angka kasar atau sederhana dan karena 0,417 berada
pada rentang 0,40 – 0,70 maka di tarik kesimpulan adanya korelasi yang sedang
atau cukup antara variabel kompetensi
guru (X) dan variabel
motivasi belajar siswa (Y).6
D. Rumusan Masalah
5..Nafiatul
Ilmiah, Skripsi Persepsi Siswa
Tentang Penerapan Metode Ganjaran dan Hukuman dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi
Belajar Siswa di MI Plumbon Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Tahun Pelajaran
2004/2005, h. 7
6. Muarifin ,Pengaruh
Skripsi Kompetensi Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VI Di SD Negeri Sempu Kecamatan Limpung
Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2008/2009, h. 9
1. Bagaimana tingkat pendidikan orang tua
peserta didik Kelas VII MTs.
Asy- Sya’iriyah Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010/2011?
2.
Bagaimana perhatian orang tua peserta didik Kelas VII MTs.Asy-Sya’iriyah
Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Tahun Pelajaran
2010/2011terhada belajar putra-putrinya ?
3. Adakah pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap perhatian belajar
anaknya di Kelas VII MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan
Limpung Kabupaten Batang Tahun Pelajaran
2010/2011?
E. Penegasan Istilah
Guna menghindari kesimpangsiuran dalam
menginterpretasikan pengertian judul penelitian ini, maka penulis menguraikan
pengertian sebagai berikut:
1. Pengaruh
Pengaruh artinya daya yang ada atau
yang timbul dari
sesuatu
( orang atau benda dan sebagainya ) yang
berkuasa atau berkekuatan gaib.7) Adapun yang dimaksud pengaruh
dalam skripsi ini adalah daya yang ada pada orang tua, yang mana dalam hal ini
berpengaruh pada perubahan anak khususnya dalam belajar.
2. Tingkat Pendidikan orang
Tua
Tingkat
pendidikan orang tua adalah jenjang pendidikan yang pernah ditempuh oleh orang
tua atau pengalaman pendidikan yang pernah
dialami orang tua.
a.pendidikan
formal
Pendidikan
formal mengenal adanya jenjang pendidikan sebagaimana dapat kita lihat dalam
Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab VI
Pasal 14 sebagai berikut: ”
7. WJS. Poerwadarminto, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta:
Depdikbud PN, Balai Pustaka, 1984,h. 731
Jenjang pendidikan formal
terdiri atas Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi. ” 8)
Berdasarkan
undang-Undang tersebut jenjang pendidikan formal dapat dikelopmpokkan menjadi
tiga, yaitu:
1) Pendidikan Dasar terdiri dari lulusan SD/MI atau SLTP/MTS dan yang
sederajat.
2) Pendidikan Menengah terdiri dari lulusan
SMA/MA atau yang sederajat.
3) Pendidikan Tinggi terdiri
dari lulusan universitas, institut atau yang
sederajat.
b. Pendidikan Non Formal
Pendidikan
Non formal sudah terorganisir dan terprogram secara tertentu, namun belum berjenjang.
Selanjutnya yang dimaksud pendidikan formal
dan non formal pada skripsi ini adalah pendidikan yang telah ditempuh oleh
orang tua wali peserta didik pada
Madrasah yaitu MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Tahun
Pelajaran 2010/2011.
3. Perhatian Belajar
Perhatian adalah
respon umum terhadap sesuatu yang merangsang dikarenakan ada bahan apresiasi
pada akibatnya maka kita menyempitkan pada hal-hal yang merangsang. 9)
Belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil
aktifitas secara langsung yang berhubungan dengan berbagai pengalaman.10)
Adapun yang dimaksud peran
serta orang tua dalam skripsi ini adalah
memberi perhatian terhadap
belajar anak sehingga terjadi proses perubahan tingkah laku.
4. Peserta didik
Peserta didik secara
umum adalah siswa atau murid. Dalam penelitian ini yang dimaksud adalah siswa
kelas VII pada MTs Asy- Sya’iri
8.Undang-Undang RI Nomor 20, Th
2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bandung: Nuansa Aulia, 2005,
h, 22
9. Sugadra Poerbakawaja,
Ensiklopedi Pendidikan, Jakarta: Gunung Agung, tt, h. 276
10.Marasudin Siregasr, Didaktik
Metodik dan Kedudukannya Dalam Proses Belajar Mengajar,
Yogyakarta:Sumbangsih, 1985, h. 82
yah yang sampai pada saat
penelitian ini dilakukan masih terdaftar dan aktif
mengikuti proses belajar pada madrasah
tersebut yang selanjutnya disebut anak. Anak adalah mahluk kecil yang diyakini
memiliki potensi untuk berkembang. 11)
5. MTs.Asy-Sya.iriyah
Dari
penjelasan arti istilah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa maksud judul
skripsi ini penulis ingin menganalisa pengaruh jenjang pendidikan formal dan
non formal yang pernah ditempuh oleh orang tua
peserta didik
Kelas VII MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan Limpung Kabupaten Batang terhadap perhatian
belajar mereka di sekolah.
F. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Untuk
mengetahui variasi tingkat pendidikan orang tua peserta didik
Kelas VII MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan Limpung
Kabupaten Batang
Tahun Pelajaran 2010/2011
2. Untuk mengetahui perhatian orang tua wali peserta didik terhadap belajar
anaknya di MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan
Limpung kabupaten Batang.
3. Untuk mengetahui pengaruh tingkat
pendidikan orang tua terhadap perhatian belajar anaknya sebagai peserta didik di kelas VII MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Tahun
Pelajaran 2010/2011.
G. Rumusan Hipotesis
Hipotesis adalah dalil atau
prinsip yang logis dan dapat diterima secara rasional tanpa mempercayainya
sebagai kebenaran sebelum diuji atau
disesuaikan dengan fakta-fakta atau
kenyataan-kenyataan yang mendukung
atau menolak
kebenarannya.12) Jadi yang dimaksud hipotesis adalah praduga
sementara yang akan dibuktikan setelah ada bukti atau data yang membenarkannya.
Dalam
skripsi ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:
” Diduga Tingkat
pendidikan orang tua berpengaruh terhadap perhatian belajar peseta didik kelas
VII di MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Tahun Pelajaran
2010/2011.”
H. Metodologi Penelitian
Untuk
memperoleh data yang valid dan lebih akurat dalam
menyusun skripsi ini penilis menggunakan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Menentukan populasi dan sampel
a. Menentukan Populasi
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.13) Dalam hal ini
yang menjadi subyek penelitian adalah
seluruh peserta didik kelas VII
MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan Limpung Kabupaten Batang yang
jumlahnya 102 , 50 peserta didik di kelas VII A dan 52 peserta didik di kelas VII B.
b. Menentukan Sampel
Sampel
adalah sebagian dari seluruh individu yang
menjadi
obyek Penelitian.14)
Sampel dalam
skripsi ini adalah 10 peserta didik kelas VII A dan 10 peserta didik kelas VII
B MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan
Limpung Kabupaten Batang pada
tahun pelajaran 2010 /2011.
Peneliti mengambil populasi
peserta didik kelas VII dikarenakan mereka baru mengalami perubahan lingkungan
sekolah yaitu dari lingkungan sekolah tingkat dasar SD/MI ke lingkungan sekolah
tingkat
menengah SMP/MTSsehingga
penulis menganggap sangat perlu perha-
12. Hadari nabawi, Metode
penelitian Sosial, tt: Gajah Mada university Press, 1998, h. 160
13. Suharsimi arikunto, Prosedur
penelitian suatu Pendekatan praktik, Jakarta: Rineka Cipta, 1998 , h.130.
14.Mardalis, Metode
Penelitian Suatu pendekatan proposal, Jakarta: PT, Bumu Aksara, 2002, h. 55
Oleh karena
jumlah populasi kelas VII MTs.Asy-Sya’iriyah
kurang dari 102, maka sesuai pendapat tersebut di atas dapat diambil
sampel yang berjumlah 20 peserta didik.
2. Variabel, Indikator, dan Definisi Operasional
a. Variabel dan Indikator Penelitian
Penelitian yang saya susun terdapat
dua variabel yaitu:
1. Tingkat
pendidikan orang tua, dengan indikator:
1.1.
Pengalaman belajar dalam pendidikan formal
1.2. Pengalaman belajar dalam pendidikan
non formal
1.3. Pengalaman yang dimiliki orang tua
1.4. Pendidikan terakhir orang tua
2. Perhatian orang tua terhadap belajar anak,
dengan indikator:
2.1.Memberikan fasilitas dan menciptakan suasana belajar
yang
nyaman.
2.2. Memberikan bimbingan belajar kepada anak
2.3.
Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah
b.
Definisi Operasional
Dalam
penelitian ini terdapat dua variabel sebab akibat atau
causalitas yaitu:
1. Variabel Independent yaitu variabel
yang menjadi penyebab/
pengaruh suatu masalah yang memiliki kode X yaitu
Tingkat
Pendidikan Orang Tua.
2.
Variabel Dependent yaitu variabel terikat yang menjadi
obyek masalah atau akibat dari variabel X yang diberi kode Y
yaitu Perhatian Belajar Anak.Dengan demikian
definisi operasionalnya adalah mencari ada Tidaknya pengaruh dari variabel X
terhadap Y berdasarkan data yang
didapat dari
15. Suharsimi Arikunto, Op Cit,
h. 107.
3. Metode Pengumpulan Data
Dalam
melakukan penelitian peneliti mengumpulkan data dengan menggunanakan metode ”
Field Research ” atau ”Studi Lapangan. ” Hal ini sesuai dengan judul yang penulis ajukan dalam
pengajuan skripsi. Penelitian dilakukan secara langsung yaitu peneliti terjun
langsung untuk melakukan penelitiannya di tempat penelitian. Peneliti
menggunakan metode-metode Interview, angket, dan dokumentasi.
a. metode
Interview
Interview
merupakan teknik pengumpulan data dengan
cara mengadakan komunikasi dengan sumber
data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan
dialog atau tanya jawab secara lisan, baik langsung maupun tidak
langsung.16)
Pada penelitian ini peneliti melakukan interview kepada
Kepala Sekolah untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya lembaga
Pendidikan MTs.Asy-Sya’iriyah Kecamatan
Limpung Kabupaten Batang.
b. Metode
Angket
Angket
adalah usaha mengumpulkan informasi dengan menyampaikan Sejumlah pertanyaan tertulis
untuk dijawab secara
tertulis pula oleh responden.
Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang tingkat pendidikan
orang tua dan
perhatian belajar dengan cara
memberikan angket kepada peserta didik kelas VII pada MTs.Asy-Sya’iriyah
sebagai responden untuk dijawab dan
dikumpulkan kembali oleh peneliti.
16..Djumhur
dan Moh. Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Bandung: CV, Ilmu,
197, h. 50.
I.Sistematika Penulisan Skripsi
BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini meliputi : Latar Belakang Masalah, Alasan
Pemilihan Judul,
Telaah Pustaka, Rumusan Masalah, , Penegasan
Istilah, Tujuan dan
Manfaat Penelitian, Rumusan Hipotesis, Metodologi Penelitian,dan
Sistematika Penulisan Skripsi
BAB II: LANDASAN TEORI
Bab ini meliputi : Tinjauan Teori Variabel x, dan Tinjauan Teori
Variabel y
BAB III: HASIL PENELITIAN
Meliputi: Tinjauan Umum Populasi, Sajian Data
Variabel x, Sajian
Data Variabel y
BAB IV:HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Meliputi: Analisis Deskripsi Terhadap Variabel
x, Analisis Deskripsi
Terhadap Variabel y, Analisis
Inferensial Terhadap pertemuan
Variable x dan Variabel y
BAB V: PENUTUP
Bab ini meliputi : Simpulan, Saran, dan Kata Penutup.
Semarang,................................
Disetujui Oleh
Pembimbing Peneliti,
NOOR CHOLID,M.Ag,M.Pd YUHRI
NIP: NIM: 086012147
Tidak ada komentar:
Posting Komentar